Senin, 03 Januari 2011

Pidato SBY yang Semakin Keminggris


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah dinobatkan sebagai salah satu dari 6 tokoh publik berbahasa Indonesia lisan terbaik pada bulan Oktober 2003 lalu oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

Ketika itu dia masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan di Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz. SBY diganjar penghargaan karena pilihan kata, struktur kalimat dan lainnya dinilai baik oleh Pusat Bahasa.

Namun, setelah menjabat sebagai Presiden pada tahun 2004, dalam berbagai pertemuan baik berskala nasional maupun internasional, SBY semakin sering terdengar memilih kalimat-kalimat atau istilah bahasa Inggris. Bahkan, kadang kalimat yang sudah sangat jelas disampaikan dengan bahasa Indonesia kembali diterjemahkannya menjadi bahasa Inggris.

Padahal, Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara yang disahkan pada tahun 2009, atau periode pertama pemerintahan SBY-Jusuf Kalla, mewajibkan pejabat negara menggunakan bahasa Indonesida dalam pidato resmi.

Pasal 28 menyebutkan "Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.

Sementara Pasal 32 menyebutkan (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia. (2) Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di luar negeri.

Pasal selanjutnya juga menguatkan penggunaan bahasa Indonesia oleh pejabat pemerintahan. Pasal 33: (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta. (2) Pegawai di lingkungan kerja lembaga pemerintah dan swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang belum mampu berbahasa Indonesia wajib mengikuti atau diikutsertakan dalam pembelajaran untuk meraih kemampuan berbahasa Indonesia.

Selain itu, undang-undang tersebut juga mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam rambu umum, penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum.

Tapi, coba perhatikan kalimat-kalimat dalam pidato Presiden SBY saat membuka perdagangan Bursa Efek Indonesia, hari ini, Senin (3/1/2011), di Jakarta, yang penuh dengan istilah-istilah dalam bahasa Inggris.

Dalam pidato berdurasi 1 jam 8 menit, tercatat kurang lebih 54 kalimat yang bercampur-campur dengan bahasa Inggris, yakni:

1. Dalam melakukan evaluasi kita harus merujuk pada parameter dan ukuran yang jelas. Correct measurement.

2. Jangan mengukur sesuatu yang tidak menjadi rencana yang dijalankan pemerintah pada 2010 kemarin, termasuk means yang kita gunakan

3. Bukan hanya ditinjau dari implementasi dari kinerja pemerintah. Tetapi, secara umum, in general, kita harus juga melihat...

4. Pemulihan ekonomi untuk menjaga kesejahteraan rakyat, atau dengan bahasa bebas saya katakan minimizing the impact of the global economic crisis.

5. Kita tetapkan sejumlah kebijakan, policies, dan tindakan nyata, actions.

6. Dan segala upaya yang intinya adalah economic recovery dan maintaining peoples welfare.

7. Mari kita lihat satu per satu, pertumbuhan ekonomi growth.

8. Insya Allah tahun 2010 ini kita bisa mencapai enam persen, close to six percent.

9. Tujuan untuk sebuah pemulihan ekonomi, economic recovery itu dicapai.

10. Inilah yang mendongkrak perekonomian kita sekarang ini, dan insya Allah growth itu akan menjadi lebih sustain.

11. Unemployment menurun. Banyak negara yang meledak unemploymentnya.

12. Kalau kita bicara pertumbuhan harus disertai dengan pemerataan, growth with equity.

13. Didukung tata kelola good governance.

14. Sekarang seperti apa structure, magnitude dan sasaran APBN 2011.

15. Supaya saudara tau makna dan arti penting APBN sebagai means sebagai tools untuk mencapai tujuan dan sasaran.

16. APBN dalam arti government expenditure, government spending

17. Menuju sebuah anggaran yang berimbang, balance badget.

18. Yang menyakitkan, yang painful.

19. Ternyata hanya mencapai 0,62 persen. Why? Bukan karena kita tidak membelanjakan, tetapi revenue itu ternyata lebih tinggi sepanjang 2010.

20. Tapi, kami pemerintah mengatakan, it is achievable, bisa dicapai.

21. Lebih baik yang realistic, achievable, attainable.

22. Apa faktor yang bisa menggagalkan pencapaian sasaran itu, atau dari perspektif yang lain what kind of assumptions yang bisa kita tetapkan.

23. Semua proyeksi, semua estimate, di semua negara bagus, global economy will grow.

24. Tidak ada yang meramalkan, semuanya everything is nice.

25. Dunia ini ada siang ada malam, ada good news, ada bad news.

26. Bad news yang saya maksudkan adalah we have to anticipate kita harus mengantisipasi sesuatu yang bisa memberikan dampak pada perekonomian kita.

27. Dunia tengah menyusun kembali, economic order atau financial architecture.

28. Kebijakan mata uang yang dilemahkan dalam teori ekonomi adalah strategic currency untuk kepentingan special purpose.

29. Ini kalau melebihi kepatutan, dicari-cari, menjadi tidak sehat, menjadi unfair. Meskipun kita tahu ekonomi itu ya unfair memang.

30. Ekonomi itu unfair, unstable, unsustainable.

31. Yang juga menjadi faktor adalah climate change.

32. Chile bulan februari dihantam gempa bumi 8.8 skala richter. This morning dihantam lagi 7,1 skala richter. Memang Chile sama dengan Indonesia pada ring of tectonic plates itu yang mudah sekali terjadi gempa dan tsunami.

33. Perubahan climate yang ekstrim mengubah pola pertanian. Bisa mengganggu supply pada komoditas pangan dunia.

34. Insya Allah tidak ada lah negara yang menyerang Indonesia secara militer itu. Tetapi yang non-traditional security threat itu banyak.

35. Kita pegang pula tujuan dan sasaran pembangunan yang harus kita capai yang handak kita capai dan mari kita pahami kebihajan dan strategi yang telah kita tetapkan to achieve our national goal yang saya sampaikan tadi.

36. Kita ingin menjadi emerging nation.

37. Kita punya RPJPN yaitu time horizonnya 2025.

38. KiIta ingin menjadi emerging nation dengan tingkat kemajuan level of development dan kesejahteraan the prosperity yang jauh lebih baik dibandingkan sekarang.

39. Thats our vision, 2025. Long term vision, strategic vision.

40. Sambil kita membangun diri menuju emerging power, emerging nation, emerging country, emerging economy, mari kita pastikan tiga pilar itu berjalan secara simultan.

41. Maka kita bisa menjaga sustainable growth with equity pertumbuhan ekonomi berkeadilan berkelanjutan.

42. Saya ingin membawa saudara ke sesuatu yang fundamental sesuatu yang makro big picture dari perjalanan pereknomian kita.

43. Harus didorong untuk menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak, job creation.

44. agar ada special treatment, ada special policy could be insentive bagi industry bagi manufaktir apapun yang creating more job membuka lapangan pekerjaan yang besar.

45. Last but not least, kalau kita bicara four track strategy, adalah pro environtment.

46. Saya pelajari growth model model pertumbuhan yang dipilih dari satu negara ke negara lain.

47. Itu salah satu choice, apakah kita memilih itu, low growth.

48. Ini godaan untuk emerging economy, godaan untuk developing nation.

49. Sehingga tidak dibayangi generasi mendatang dengan hutang yang tinggi low debt dan controllable carbon use.

50. Barangkali inilah path atau jalan yang kita pilih menuju emerging economy.

51. Pendekatan neoclassical kadang-kadang sudah irrelevant.

52. Kita ini harus terus menerus pandai mencari peluang dalam arti finding and creating opportunities

53. Kita akan menjadi the looser dalam era globalisasi kalau tidak pandai mendapatkan dan mencari dan menciptakan peluang.

54. There is no shortcut, saudara tau tidak ada jalan pintas. There is no magic formula, tidak ada resep ajaib untuk bikin negara kita makmur.

sumber: okezone.com

Pakai Bahasa Asing Bukti Mentalitas Terjajah


Penggunaan istilah asing dalam kegiatan resmi kian memprihatinkan, sehingga dapat mengancam perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan.

Gejala semacam ini tidak terlepas dari mental bangsa Indonesia yang masih merasa sebagai bangsa terjajah. Maka tak heran, warga biasa maupun pejabat publik akan merasa hebat dan lebih percaya diri jika mengutip bahasa asing dalam percakapan.

Menurut budayawan Remy Silado, penggunaan bahasa asing yang salah kaprah memperlihatkan mentalitas bangsa yang terjajah. "Tidak ada rasa cinta dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa kebangsaan," paparnya kepada okezone, Selasa (4/1/2010).

Dia menjelaskan, bahasa Indonesia adalah satu satunya produk budaya nasional yang merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajahan Belanda yang dideklarasikan dalam Sumpah Pemuda. "Dalam bahasa Indonesia ada sejarah perjuangan untuk mencapai satu kebahasaan kebangsaan," ungkapnya.

Sebab itu, Remy sangat menyayangkan banyak pejabat negara yang menggunakan bahasa asing dalam acara resmi, karena hal itu tidak menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia.

"Bukan tidak boleh pakai bahasa asing, kalau perlu pejabat kita harus menguasai banyak bahasa, minimal tiga tidak hanya Inggris saja. Yah, biar tidak asal campuradukan istilah yang salah kaprah itu, akan lebih hati-hati dalam berbicara," terangnya yang harus memperketat penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan resmi kenegaraan.

Kendati demikian, Remy mengutarakan penggunaan istilah asing bukan dilarang tapi harus tepat dalam pemakainnya. Misalnya, untuk teks ilmiah atau bahasa Latin tidak harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sedangkan bahasa asingnya kalau masih bisa gunakan bahasa serapannya yang telah dibakukan," paparnya

Soal Bahasa, Indonesia Perlu Belajar dari Jepang


Bangsa Indonesia sepertinya perlu banyak belajar dari bangsa Jepang, Prancis, maupun Arab dalam semangat mencitai dan menghormati bahasa kebangsaannya.

Mereka lebih peduli terhadap bahasanya sendiri dari pada menggunakan bahasa asing. "Coba saja kita pakai bahasa Inggris di Jepang, Prancis, atau Arab, mereka kurang menanggapi," ungkap budayawan Remy Silado saat berbincang dengan okezone, Selasa (4/1/2011).

Sifat bahasa yang terbuka dan berkembang juga tidak bisa dihindari di negara manapun. Di Jepang pun demikian, tapi dilakukan setelah menyerap dan membakukannya menurut bahasa setempat. "Bangsa Jepang punya kebanggaan yang besar terhadap budayanya sendiri, termasuk bahasa yang sudah menjadi bahasa budaya dan sastra mereka," jelas dia.

Ini berbeda dengan di situasi di Indonesia, justru banyak yang merasa hebat bila berbicara banyak dicampur istilah asing daripada bahasa serapan yang telah dibakukan oleh Pusat Bahasa.

Mengingat gejala ini yang kian memprihatinkan, maka harus ada upaya untuk melindungi eksistensi bahasa Indonesia sebagai bahasa kebanggaan. Bahasa sebagai identitas bangsa harus dipertahankan. Caranya, menumbuhkan kesadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

"Pejabat harus beri contoh yang baik kepada rakyat. Dalam kegiatan resmi, janganlah gaya-gayaan pakai istilah asing," jelas Remy yang memandang perlunya kampanye peduli bahasa Indonesia.

Lebih lanjut dia memaparkan, Pusat Bahasa pernah melayangkan surat kepada pemerintah, khsusnya Pemprov DKI Jakarta soal penggunaan istilah asing yang salah kaprah ini.

"Tapi tak pernah didengar oleh pemerintah. Misalnya penggunaan kata busway, kenapa tidak Trasjakarta," ucap Remy yang menyebutkan banyak dijumpai kekeliruan dalam berbahasa ini di lingkungan pemerintahan.

Persoalan bahasa ini mencuat setelah Presiden SBY dalam beberapa kegiatan resmi banyak mengutip istilah asing.

Dari catatan okezone, dalam pidato pembukaan pasar di Gedung Bursa Efek Jakarta, kemarin Presiden SBY setidaknya melafalkan 54 kali istilah dalam bahasa Inggris, di antaranya, “Dalam melakukan evaluasi kita harus merujuk pada parameter dan ukuran yang jelas. Correct measurement.”

Selain itu, “Jangan mengukur sesuatu yang tidak menjadi rencana yang dijalankan pemerintah pada 2010 kemarin, termasuk means yang kita gunakan.”

Pernyataan lain, “Bukan hanya ditinjau dari implementasi dari kinerja pemerintah. Tetapi, secara umum, in general, kita harus juga melihat…”

Padahal, pada Oktober 2003, Presiden SBY pernah dinobatkan sebagai salah satu dari enam tokoh publik berbahasa Indonesia lisan terbaik oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kemendiknas).

Saat itu, SBY masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan di Kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Setelah menjabat sebagai Presiden pada 2004, dalam berbagai pertemuan baik berskala nasional maupun internasional, SBY semakin sering terdengar memilih kalimat-kalimat atau istilah bahasa Inggris. Bahkan, kadang kalimat yang sudah sangat jelas disampaikan dengan bahasa Indonesia kembali diterjemahkan menjadi bahasa Inggris.

Padahal, menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara yang disahkan pada 2009, atau periode pertama pemerintahan SBY-Jusuf Kalla, mewajibkan pejabat negara menggunakan bahasa Indonesida dalam pidato resmi.

Pasal 28 menyebutkan “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.

Sementara Pasal 32 menyebutkan (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia. (2) Bahasa Indonesia dapat digunakan dalam forum yang bersifat internasional di luar negeri.

Pasal selanjutnya juga menguatkan penggunaan bahasa Indonesia oleh pejabat pemerintahan. Pasal 33: (1) Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi di lingkungan kerja pemerintah dan swasta. (2) Pegawai di lingkungan kerja lembaga pemerintah dan swasta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang belum mampu berbahasa Indonesia wajib mengikuti atau diikutsertakan dalam pembelajaran untuk meraih kemampuan berbahasa Indonesia.

Rabu, 22 Desember 2010

Waspadai Sakit Kepala

JANGAN pernah menganggap remeh gejala sakit kepala. Sakit kepala bisa menjadi alarm tanda bahaya yang disampaikan tubuh Anda.

"Sakit kepala bisa menjadi pertanda kelainan organik sederhana, penyakit serius, atau sekadar karakteristik tiap individu seperti migrain dan tekanan darah yang mendadak naik," ujar Dr Seymour Diamond, Direktur Diamond Headache Clinic dan Direktur Unit Perawatan Sakit Kepala Saint Joseph Hospital, Chicago, AS.

Sakit kepala juga bisa menjadi pertanda bahwa Anda melakukan aktivitas rutin yang menyebabkan stres atau membahayakan tubuh Anda.

Menurut Seymour Diamond, ada dua tipe sakit kepala, yakni yang disebabkan penegangan otot dan yang disebabkan pembengkakan pembuluh darah di sekitar area kepala.

Beberapa gaya hidup yang menjadi faktor pemicu sakit kepala adalah makan tidak teratur dan cenderung kurang, dehidrasi, mata lelah, dan posisi tubuh saat bekerja yang salah.

"Jika Anda mengalami lebih dari tiga atau empat kali sakit kepala dalam kurun waktu sepekan atau jika Anda mengonsumsi obat pusing secara rutin, Anda harus segera menemui dokter," tukas Diamond.

sumber: metronewstv.com

Tak Bisa Hidup Tanpa Internet

Dampak dari membanjirnya komputer dan ponsel di masyarakat adalah meningkatnya kebutuhan terhadap akses internet yang cepat. Sebuah riset yang dilakukan Zogby International di Amerika Serikat menunjukkan 24 persen dari 1.950 responden yang terdiri dari orang dewasa menyatakan internet memberikan dampak yang signifikan dalam hidup mereka.

Menurut perusahaan riset tersebut, sebagian besar masyarakat mengatakan tak bisa hidup tanpa internet dan membutuhkan konektivitas dengan kecepatan tinggi. Sebanyak 22 persen dari peserta penelitian itu mengaku mengakses Facebook ketika berinternet dan 10 persennya mengunjungi situs Google.

Ketika ditanya prediksi mereka tentang teknologi informasi masa depan, 40 persen dari responden membayangkan dalam beberapa tahun ke depan akan ditanam sebuah cip di tubuh seluruh warga dunia. Cip ini berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi keberadaan orang tersebut. Sebagian dari mereka juga meyakini berbagai pekerjaan yang dilakukan manusia akan beralih ke robot.

Zogby menambahkan, kemajuan teknologi juga akan terasa di bidang kesehatan khususnya dalam pengembangan teknik kloning untuk menciptakan organ tubuh manusia dan stem cell.

sumber; tempointeraktif.com

Stasiun Gambir Miliki Layanan Tiket Drive Thru

PT Kereta Api Indonesia (Persero) meluncurkan layanan drive thru untuk pembelian tiket kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (23/12). "Ini adalah mode layanan pembelian tiket pertama kali di PT KAI, juga yang pertama kali di semua moda transportasi lain," ujar Direktur Komersial PT KAI Sulistio Wimbo Harjo.

Menurut dia, layanan tersebut adalah bagian dari upaya peningkatan pelayanan terhadap penumpang. "Agar calon penumpang yang tidak punya banyak waktu bisa tetap membeli tiket tanpa harus turun dari kendaraan, layanan ini juga tanpa biaya tambahan," katanya.

Alur pemesanan tiket kereta api dengan drive thru itu dimulai dengan pengambilan slip di loket pintu masuk kendaraan stasiun Gambir. Selanjutnya kendaraan diarahkan ke loket drive thru melalui lintasan yang telah disediakan. Usai melakukan pembelian tiket, kendaraan bisa langsung keluar stasiun.

Pelayanan pembelian tiket melalui fasilitas drive thru itu juga cukup cepat. "Lama pelayanan pembelian hanya sekitar 15-20 detik per calon pembeli," ujarnya.

Layanan drive thru itu dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 - 19.00 WIB. "Saat ini hanya stasiun Gambir yang memakai sistem ini, jika tanggapan masyarakat positif mungkin akan kami akan membuka di stasiun-stasiun lain," ujar Sulistio.

Kepala Daerah Operasi I (Jabodetabek) PT KAI Purnomo Radiq mengatakan, pemilihan Stasiun Gambir sebagai tempat awal layanan pembelian tiket dengan model drive thru karena stasiun itu yang paling siap. "Selain itu stasiun Gambir adalah etalase kereta api di Jakarta yang menjadi parameter seluruh stasiun di Jakarta," katanya.

Sejumlah calon penumpang mengaku senang dengan drive thru untuk pembelian tiket kereta api. "Cukup membantu jika kita sedang terburu-buru, setidaknya tidak perlu turun dari kendaraan dan cari tempat parkir terlebih dahulu pada saat hendak beli tiket," kata Haryanto, warga Matraman. Namun sayang drive thru hanya bisa melayani calon penumpang yang menggunakan roda empat saja.

Manager Humas PT KAI Daop I, Mateta Rijalulhaq mengatakan memang untuk tahap awal layanan drive thru hanya untuk calon penumpang yang menggunakan kendaraan roda empat. "Untuk drive thru bagi roda dua atau sepeda motor akan dilakukan pengkajian terlebih dahulu," katanya

sumber: Tempointeraktif.com

Pemerintah Buy Back 11 Seri SUN Senilai Rp643 M

Pemerintah kembali melakukan pembelian kembali (buy back) terhadap 11 seri Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp643 miliar dari 17 seri SUN yang ditawarkan peserta lelang kemarin. Penawaran yang dilakukan peserta lelang terhadap 17 seri SUN tersebut senilai Rp2,587 triliun.

"Transaksi ini ditujukan untuk melakukan portfolio SUN dengan tetap mempertimbangkan efektivitas biaya bagi pemerintah," ujar Kepala Biro Hukum dan Humas Kementerian Keuangan Yudi Pramadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/12/2010)

Adapun kesebelas seri SUN yang berhasil dibeli kembali oleh pemerintah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Seri FR0016 dengan tanggal jatuh tempo 15 Agustus 2011, besaran kupon 13,45 persen, jumlah pembelian 10 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 105 persen.

2. Seri ORI003 dengan tanggal jatuh tempo 12 September 2011, besaran kupon 9,4 persen, jumlah pembelian 23 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 102,52 persen.

3. Seri FR0022 dengan tanggal jatuh tempo 15 September 2011, besaran kupon 12 persen, jumlah pembelian 75 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 104,45 persen.

4. Seri FR0017 dengan tanggal jatuh tempo 15 Januari 2012, besaran kupon 13,15 persen, jumlah pembelian lima ribu unit, harga rata-rata tertimbang 107 persen.

5. Seri ORI004 dengan tanggal jatuh tempo 12 Maret 2012, besaran kupon 9,5 persen, jumlah pembelian 178 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 103,34 persen.

6. Seri ORI006 dengan tanggal jatuh tempo 15 Agustus 2012, besaran kupon 9,35 persen, jumlah pembelian 145 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 104,15 persen.

7. Seri FR0023 dengan tanggal jatuh tempo 15 Desember 2012, besaran kupon 12,5 persen, jumlah pembelian 23 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 108,86 persen.

8. Seri FR0019 dengan tanggal jatuh tempo 15 Juni 2013, besaran kupon 14,25 persen, jumlah pembelian 57 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 117,75 persen.

9. Seri ORI005 dengan tanggal jatuh tempo 15 September 2013, besaran kupon 11,45 persen, jumlah pembelian 29 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 111,58 persen.

10. Seri FR0020 dengan tanggal jatuh tempo 15 Desember 2013, besaran kupon 14,275 persen, jumlah pembelian 95 ribu unit, harga rata-rata tertimbang 120,5 persen.

11. Seri FR0051 dengan tanggal jatuh tempo 15 Mei 2014, besaran kupon 11,25 persen, jumlah pembelian tiga ribu unit, harga rata-rata tertimbang 113,55 persen.

"Setelmen hasil pelaksanaan lelang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Desember 2010, sesuai dengan peraturan yang berlaku," tuntasnya.

sumber : Okezone.com