Minggu, 07 Maret 2010

Thaksin Imbau Pendukungnya Berdemo


Perdana Menteri (PM) terguling Thailand Thaksin Shinawatra mengirim pesan kepada pendukungnya agar bergabung dalam long march 14 Maret mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Thaksin lewat akun Twitter-nya kemarin. Miliuner itu juga mengingatkan pendukungnya untuk terus berjuang mengembalikan demokrasi ke tanah Thailand serta melawan ketidakadilan sampai semuanya kembali seperti saat dia memerintah. ”Jika kita menginginkan demokrasi, keadilan,hak social yang sama di Thailand, kita harus bersiap untuk tanggal 14 Maret,” tulisnya.

Pesan lewat Twitter ini hanyalah penegasan dari apa yang dia sampaikan Jumat malam (5/3). Saat itu, Thaksin juga berpidato lewat telepon kepada pendukungnya yang berkumpul di Nakhon Ratchasima.

”Ada kabar yang mengatakan warga Bangkok takut karena banjir dan mereka lebih takut kalau saya akan kembali. Katakan kepada mereka bahwa saat saya pulang, saya akan membangun sebuah bendungan terindah di dunia untuk mencegah banjir di ibu kota,” papar Thaksin.

Melalui pidatonya,Thaksin tak lupa menyinggung keputusan Mahkamah Agung Thailand yang menyita USD1,4 miliar dari USD2,2 miliar hartanya yang disita, Jumat (27/2). Mantan pemilik klub Liga Inggris Manchester City tersebut kembali menjelaskan bahwa semua kekayaannya diperolehmelaluikerja keras dan sah sehingga keputusan MA sangat tidak adil.

”Uang saya sudah dicuri dan saya masih dituduh berbuat curang,” ucapnya. Long march 14 Maret mendatang diperkirakan diikuti 600 ribu pendukung Thaksin yang datang dari berbagai elemen dan pelosok di Thailand. Mereka akan berdemo di Bangkok selama tiga hari dari 12- 14 Maret. Di antara kelompok yang sudah menyatakan kesediannya untuk bergabung dalam demo nanti adalah 20 ribu biksu serta 5.000 keluarga petani dari Nakhon Ratchasima dan Saraburi. Menurut salah satu pemimpin demonstran Arisman Pongruangrong, keberadaan biksu ini diharapkan bisa meredam perilaku pihak keamanan yang kerap bertindak keras terhadap demonstran.

”Biksu dari berbagai kuil seperti Dhammakaya dan Kaew Fah akan bergabung untuk memberi dukungan moral kepada Red Shirts (Kaus Merah, pendukung Thaksin). Dengan keberadaan mereka, polisi dan pihak keamanan tidak akan bisa melukai pengunjuk rasa,” ujar Arisman. Saat ribuan Red Shirts menyerbu Bangkok, PM Abhisit Vejjajiva hampir pasti tidak berada di tempat karena dia dijadualkan mengunjungi Australia pada 13-17 Maret. Namun, Abhisit sudah memberi wewenang sepenuhnya kepada wakil PM Suthep Thaugsuban untuk mengamankan ibu kota. Abhisit juga sudah memerintahkan Kepolisian Bangkok untuk mencegah kerusuhan massa.

”Pemerintah tidak akan menggunakan kekerasan terhadap demonstran dan tidak berencana mengerahkan massa tandingan guna berkonfrontasi dengan mereka,” tegas Abhisit.

Abhisit menambahkan pemerintah terus memonitor keadaan terkini agar segala bentuk kerusuhan bisa dicegah. Dia juga meminta agar semua pihak menahan diri dan tidak memperpanas keadaan. ”Ada rumor kalau partai tertentu akan memanfaatkan long march tersebut untuk memperkeruh situasi di ibu kota tapi pemerintah akan terus memonitor agar hal tersebut tidak terjadi,” tandas Abhisit.

Panglima tertinggi angkatan bersenjata Thailand Anupong Paojinda sedang mempertimbangkan untuk menerapkan undangundang keamanan khusus guna menghindari kerusuhan. Dengan Undang-Undang tersebut, pihak keamanan bisa memaksa demonstran bubar demi alasan keamanan.
sumber:okezone.com

Tidak ada komentar: