Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama diharapkan bisa mendorong investasi asing masuk ke Indonesia.
Pemerintah siap menerima investasi asing, tapi tidak mengandalkan investasi AS. “Intinya, sekarang Indonesia tidak akan melihat dan tidak akan fanatik terhadap investor yang akan datang. Yang penting, kita akan menciptakan iklim investasi yang sehat,” kata Sekretaris Menteri PPN/Sestama Bappenas Syahrial Loetan di Jakarta, kemarin.
Dia mengatakan, investor yang masuk ke Indonesia harus bisa memperoleh kepastian tentang situasi dan kondisi yang stabil di Indonesia. Dengan demikian, persoalan keamanan, ekonomi, dan politik harus dijaga dengan baik sebab itu semua merupakan indikasi masuknya investasi yang lebih besar ke Indonesia.
Syahrial mengatakan, Indonesia tidak hanya menantikan investor asal AS sehingga bisa mencapai target investasi sekira Rp2.000 triliun per tahun.
“Apalagi uang itu tidak mengenal nasionalisme, asalkan ada faktor keamanan, politik, dan ekonomi, maka akan lebih mudah masuknya dana tersebut. Ditambah lagi dengan statement Soros yang mengatakan Indonesia merupakan radar investasi dunia. Karena sejak krisis global dua tahun lalu Indonesia menjadi negara ketiga yang perekonomiannya terbaik di dunia, setelah China dan India,” ujar dia.
Dengan demikian, pemerintah akan mempersiapkan iklim investasi guna menarik investasi asing. Dia menambahkan, Indonesia memiliki pasar domestik yang cukup besar sehingga tetap memicu pertumbuhan konsumsi masyarakat yang cukup positif.
Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) diketahui, total investasi AS di Indonesia periode 2001-2006 hanya berjumlah 208 investasi (2,60 persen dari seluruh investasi asing di Indonesia) atau hanya senilai UDD1,1 miliar (1,49 persen).
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai, kedatangan Obama ke Indonesia tidak akan berpengaruh terhadap investasi dalam negeri. Saat ini perekonomian AS masih dalam tahap bangkit dari krisis sehingga sulit mengharapkan masuknya investasi AS ke Indonesia.
“Prinsipnya, setiap investor saat ini masih wait and see terhadap perkembangan situasi dan kondisi perekonomian Indonesia. Jadi kedatangan Obama, menurut saya, tidak terlalu memengaruhi investasi kita,” tegas Sofjan.
kayakya ini masih ketergantungan gak c ma negeri om sam?????sumber okezone.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar